Cara Menampilkan Sitelink Pada Google Part 2

Selamat membaca blogger indonesia..
Salam ceria dari saya, di awal tahun 2018 ini, saya ingin melanjutkan postingan yang terpotong dalam kurun waktu yang lama, tentang sitelink.

Sekarang, tahap final dari postingan saya tersebut.

Cara yang akan saya ulas adalah dari beberepa berdasarkan searching, dan bersumber utama dari pengalaman yang telah saya dapatkan.

Sitelink berubah-ubah sesuai dengan kriteria yang di syaratkan oleh google sendiri. Ada beberapa tahapan dalam mendapatkan sitelink, yaitu :

1. Navigasi Blog Web Jelas
2. Terdaftar Di Webmaster Google
3. Template yang tidak Rumit
4. Membuat Peta Situs di Webmaster
5. Pengunjung Web/Blog

Yang saya tebalkan adalah prioritas.

Contoh peta situs standar yang wajib ada di google webmaster :

Sitelink webmaster
Ikuti standar peta situs webmaster gambar (wajib)
Kopi dan pastekan peta situs dibawah ini untuk webmaster anda, agar sesuai gambar.
  • /atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500
  • /atom.xml?redirect=false&start-index=501&max-results=500
  • /feeds/posts/default
  • /feeds/posts/default?alt=rss
  • /sitemap.xml

Setelah itu, tunggu crawlers robot google mengindeks sebagian besar peta situs anda, dalam beberapa bulan Sitelink akan muncul pada web atau blog anda.
Dan setiap Sitelink yang muncul, itu berbeda-beda jangan kaget apabila yang muncul adalah artikel-artikel yang mungkin populer.

Karena pada dasarnya sitelink ini, untuk memudahkan ketika kita mencari pada web atau blog tertentu, dan wah, hasilnya sudah apa yang memang anda cari pada blog atau web tersebut, contohnya login dan search pada web purna jual seperti Bukalapak, Tokopedia, dll.

Mengenal Lebih Dekat GoPro Camera


Video Kamera GoPro Merekam di dalam Lava
Sumber : https://youtube.com

Kamera GoPro secara mekanisme, sama seperti kamera pada umumnya, namun...
Kamera ini sederhananya adalah kamera action, kamera aksi katakanlah.
Aksi disini artinya outdoor.

Dari kata outdoor lebih kompleks lagi, seperti : bersepeda, berenang, motor, mobil, dll.

Jadi kamera ini diperuntukan bagi orang-orang yang akan merekam (mendokumentasikan) aktifitas di luar ruangan seperti yang saya sebutkan di atas kompleksnya, dan menghasilkan dokumentasi yang epic nan safety, safety yang saya maksud untuk kamera itu sendiri.

Kamera GoPro dikenal tahan goncangan, tahan air dan tahan cuaca ekstrim, video yang saya unggah di awal postingan adalah bukti, tangguhnya kamera GoPro bahkan terhadap Lava gunung.

Untuk harganya sendiri kamera GoPro terbilang cukup terjangkau dengan kualitas mumpuni seperti demikian.
Harganya antara 2-5jtaan, kamera GoPro sudah memiliki beberapa series, yang terbaru hingga postingan ini dibuat adalah GoPro Hero 5.

GoPro Hero 5

Salah satu kelebihan lainya dari kamera ini adalah bentuknya kecil, ergonomis lah, mudah untuk dibawa kemanapun, selain itu, anda tidak perlu khawatir dengan berbagai perawatan kamera pada umumnya, karena kamera ini di klaim kamera yang sulit rusak.

Sebenarnya perspektif populer dari kamera ini "kamera yang tidak mungkin rusak" tapi kata "tidak mungkin" tersebut menurut saya adalah sebuah kata yang.... bisa dibilang agak terlalu sombong, dan mutlak.

Karena ..... "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini"

Jadi, saya lebih senang menggunakan kata "kamera yang sulit rusak" hehe

Begitulah perkenalan kita mendalami sebuah kamera besutan GoPro, yang mana beberapa tahun ini, menjadi brand kamera populer di dunia, bahkan sudah go public, dengan aset besar. Padahal produknya mother's Brand (hanya memproduksi kamera).

Tapi tidak menutup kemungkinan kelak brand tersebut memproduksi alat-alat atau lainya. Karena merk dagang mereka sudah mempunyai nilai dimata dunia. Sekarang boleh memproduksi hanya kamera, besok, lusa, pekan, bulan, atau tahun-tahun yang akan datang kita tidak tahu, strategi ekspansi apa yang akan di galakan perusahaan tersebut.
Sekian ulasan sederhana mengenai kamera GoPro, terima kasih.

Siapkah Indonesia Menerima 5G 2020

5G Fifth Generation (generasi kelima) dari teknologi jaringan selular. Kita ketahui bersama teknologi 4G atau generasi keempat pada jaringan selular dewasa ini, belum begitu memadai untuk indonesia sendiri, entah pada tahun berikutnya.

Indonesia sendiri memang sudah lama sekali mengenal 4G tahun 2009 kita mengenal 4G, namun faktanya pemerataan jaringan 4G baru dirasakan pada tahun 2014-sekarang. Itupun masih terbatas. Frekuensi yang dihasilkan belum se-stabil dan sebanyak jaringan 3G. Dan perlu anda ketahui juga bahwa 4G dibagi lagi menjadi dua ragam, yang pertama adalah 4G LTE, dan WiMax.

Kemudian lagi jaringan 4G LTE sejauh ini hanya bisa digunakan untuk data internet, dan belum bisa memanggil ataupun sms. Smartfren adalah provider pertama yang membuat gebrakan VoLTE (Voice over LTE), yaitu dapat memanggil dengan jaringan 4G sekalipun.

Entah di waktu kedepan, karena kabarnya provider lain juga sedang melalui tahap uji coba.

Dengan begitu banyaknya hal rumit dalam mekanisme jaringan ini, siapkah kita menerima generasi terbaru, yaitu 5G pada 2020 ?


5G
Sumber gambar : http://cnet.com

Ingat, jarak antara 2009-2017 adalah 8 tahun. Pengembangan serta pemberdayaan jaringan membutuhkan kinerja, waktu, dan biaya yang besar.

Mungkin kita siap, tapi seberapa lama kita bisa menerima dan memadai untuk seluruh pengguna provider berbagai macam brand atau yang sudah ada saat ini ?

1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, seberapa lama ?

Belum lagi kita sedang di landa krisis penggunaan data, yang mana jumlah pemintaan membludak melebihi kapasitas normal para provider, sehingga memang icon di smartphone kita 4G, namun frekuensi yang didapat setiap smartphone berbeda-beda dan jauh daripada harapan speed received. Pernahkan anda mendapat minimal 3MB/Second ?

Pernah namun, antara jam 12 hingga jam 4 dini hari.

Sedikit curahan hati, ketika jaringan 5G ini rilis di Indonesia, semoga saja pemerataan dan kapasitas dari para provider negeri ini lebih baik, bukan hanya antusias dari semangat yang menggebu. Melainkan dibarengi dengan kemampuan, kapabilitas, dan kinerja yang memang sesuai dengan apa yang sudah menjadi seharusnya.

Trend Google Kembangkan Aplikasi Ringan

Maraknya penggunaan android saat ini, merubah tatanan dunia telekomunikasi dan teknologi secara menyeluruh, bahkan mungkin sahabat sekalian sudah paham maksud saya, smartphone populer yang saya maksud adalah... besutan google yaitu Android, dan dari Apple yaitu iOS. Dengan begitu banyaknya operasional sistem yang digunakan oleh konsumen, bukan berarti pengembang berdiam diri setelahnya.

Contoh Android

Kini Google LLC tengah mengembangkan secara dinamis aplikasi-aplikasinya.

Sebut saja aplikasi ringan ini dengan akhiran "go" tanpa tanda petik.

Memang sodara, terlepas dari spesifikasi hardware yang digunakan oleh konsumen, jumlah dari sebuah pengguna aktif smartphone khususnya android, banyak sekali, namun secara kompleks lagi, apabila kita melihat di sekitar, tidak sedikit pengguna smartphone android dengan spesifikasi mid end hingga low end, dan masih sedikit sekali pengguna dengan spesifikasi high end.

Mungkin di kisaran segini :
Low end = 30%
High End = 50%
High End = 20%

Itu kira-kira ya ?
Bukan menurut survei mutlak, benar, karena saya bukan lembaga survei, hehe

Namun yah, kira-kira menurut saya seperti demikian (secara pribadi).

Dengan memperhitungkan jumlah pengguna aktif dibawah kemampuan rata-rata performance untuk melahap aplikasi dari google, karena setiap aplikasi dikembangkan secara berkesinambungan dan konsisten, sehingga menyebabkan ukuran serta penggunaan RAM yang lebih banyak dibandingkan sebelum diperbaharui.

Maka solusi untuk memberikan pelayanan dengan tidak melepaskan konsumen, salah satunya adalah kreasi baru.

Benar saja, kini bagi anda sahabat yang memiliki smartphone bertipe standar atau katakan dibawah rata-rata performance, contoh dengan RAM yang 1GB, dulu mungkin secepat the flash, 😉😁

Tapi kini anda merasakan panas dan beratnya loading di smartphone anda, untuk membuka YouTube saja sudah ngelag sedikit-sedikit, sedikit-sedikit ngelag.

Nah, solusinya gunakan aplikasi terobosan Google yang baru yaitu aplikasi versi ringan sebut saja go.. contoh misal

- Google Search Go
- YouTube Go
- File Explorer Go
- Dll

Karena kabarnya Google Maps Go juga akan hadir, tidak menutup kemungkinan semua aplikasi google kelak memiliki versi Go.

Google Go
Sudah ada di Play Store

YouTube Go
Sudah ada di Play Store

File Go
Sudah ada di Play Store

Bagaimana ?
Unik bukan, jadi jangan risau lagi dengan pembaruan aplikasi, ternyata mbah mbah disana memikirkan juga cara jitu untuk Efesiensi kinerja dari Operasional sistem mereka, kalau tidak nanti disabet kompetitor nya.

Yah, zaman now namanya persaingan itu diluar dugaan, jangankan di luar negeri, sekarang, persaingan tingkat lokal saja sudah lebih kompetitif, karena mungkin pola pikir konsumen juga sudah berbeda pandangan, dulu brand, sekarang lebih kepada hasil yang didapat, apakah sebanding dengan harga yang dikeluarkan.

Google Maps Mode Motor Navigasi

Peta digital, atau maps sangat populer saat ini, apalagi dengan berbagai fitur dan kecanggihan yang disuguhkan. Benar-benar terkesan ajaib dalam dunia teknologi.
Dulu, peta dibutuhkan untuk menentukan arah, namun dengan insting dari si pencari arah tujuan, memaksa mereka mengeksplorasi banyak jalan yang hendak dilalui, dan ingat, belum tentu itu akurat, karena kita tahu, kondisi jalanan bisa keluar daripada ekspektasi.

Sebuah terobosan baru dalan teknologi, peta digital saat ini yang populer seperti...
~ Waze 
~ Google Maps

Mengembangkan Maps untuk memudahkan navigasi, bagi para penggunanya.

Saya tidak akan berbicara mengenai aplikasi Waze, sekarang saya akan bahas mengenai aplikasi Android Google Maps.

Baru-baru ini kabar pembaruan aplikasi Google Maps versi 9.67.1 adanya Motorcycle Mode, untuk menentukan navigasi. Sebelumnya memang opsi penentuan navigasi, itu hanya untuk Mobil, Pejalan Kaki, Kereta Api, dan Angkutan Umum.

Versi google maps 9.67.1

Namun sahabat, saya sendiri langsung mengecek kebenaran kabar tersebut, dan mencoba fitur atau opsi navigasi pada google Maps versi 9.67.1 dan tidak menemukan mode tersebut. Lalu apa yang salah ?

Sebenarnya tidak ada yang salah, belum adanya fitur tersebut pada aplikasi anda, dikarenakan memang indonesia sendiri, belum support dalam opsi ini, kabar tersebut khususnya untuk negara India.

Google Maps Motorcycle Mode

Tetapi anehnya, saya pikir-pikir, entah saya berimajinasi atau halusinasi saja, dulu sekali, tahun 2012,2013 atau 2014 kalau tidak salah, saya sendiri sempat melihat fitur tersebut untuk google maps di indonesia, tapi entah saya lupa-lupa ingat, di versi berapa waktu itu Google Maps.

Karena dulu saya belum terlalu memperhatikan menu yang terdapat pada aplikasi. Maklum newbie, hehe

Kalau tidak salah ya, karena memang seingat saya, saya pernah mengalami menggunakan fitur ini, dulu.

Makanya, ketika kabar tersebut disiarkan dan saya mengetahui kabar itu, yang terlintas di pikiran saya pertama kali, "apakah mode tersebut dikembalikan oleh google", tapi ternyata eh ternyata hanya untuk india, jujur loh seingat saya, saya pernah melakukan mode Motorcycle navigasi.

Ah, mungkin iah mungkin tidak, saya lupa.
Okeh skip aja, Google Maps belum memberi konfirmasi opsi navigasi tersebut, kapankah waktu pemerataan di berbagai negara-negara seluruh dunia ?, khususnya untuk Indonesia.

Sepertinya jika Google Maps merilis opsi tersebut di indonesia, sangat bermanfaat sekali, dan kabar gembira bagi Grab Bike ataupun Go Jek, karena saya melihat perkembangan Motor sendiri lebih drastis dari tahun ketahun ketimbang kendaraan lainya, jadi, sangat disayangkan, apabila fitur tersebut kalau sampai tidak dihadirkan sama sekali oleh Google Maps.

Semoga saja larry page atau Sergey brin membaca postingan ini, #ngarep atau jangan jauh-jauh, semoga google indonesia membaca postingan ini. Kalo bisa saya juga berminat jadi pegawe (karyawan) street view khusus bikers. 

Canggih kan apabila street view mode bikers gituh, yang tadinya masuk gang-gang kecil tidak dapat di akses mobil street view, sekarang bisa ke ambil, hahai 
Antusias bener kerja di google, maaf out of the topik, jadi curcol dikit XD.

Posting Terbaru

Advertisement